News News

1_WAR_ifad_newsportlet
https://asia.ifad.org/web/indonesia/home/-/news/6160/normal?p_r_p_564233524_categoryId=0&_1_WAR_ifad_newsportlet_redirect=https%3A%2F%2Fasia.ifad.org%2Fweb%2Findonesia%2Fhome%3Fp_p_auth%3D2W5CuiSA%26p_p_id%3D1_WAR_ifad_newsportlet%26p_p_lifecycle%3D0%26p_p_col_id%3Dcolumn-3%26p_p_col_count%3D1%26p_r_p_564233524_categoryId%3D0&#p_1_WAR_ifad_newsportlet
«Back

Kerusakan Ekosistem Mangrove dan Upaya Pelestariannya di Kab. Lombok Barat

Display Date: 12/12/12

Ekosistem mangrove merupakan sumberdaya a1am daerah tropika yang mempunyai manfaat dengan pengaruh yang sangat luas ditinjau dari. aspek sosial ekonomi dan ekologi. Besarnya peranan ekosistem mangrove bagi kehidupan dapat diketahui dari banyaknya jenis binatang dan tumbuhan termasuk manusia yang hidupnya tergantung pada ekosistem mangrove.

Peran ekosistem mangrove dapat ditinjau dari 2 aspek, yaitu aspek ekologis dan aspek ekonomis. Aspek ekologis lebih banyak ditekankan kepada kemampuannya dalam mendukung eksistensi lingkungan (sebagai pe¬nahan intrusi air asin, penahan angin, penahan gempuran ombak, pengendali banjir dan juga sebagai tempat persembunyian, tempat mencari makan serta tempat pembenihan berbagai macam biota laut), sehingga sulit dinilai dengan uang. Sedangkan aspek ekonomis ditunjukkan dengan kemampuannya dalam menyediakan produk yang dapat diukur dengan uang. Salah satu produk dan ekosistem mangrove yang secara ekonomis potensial dapat dirasakan adalah kayu dan jasa lingkungan mangrove sebagai ekowisata.

Melihat manfaat dan nilai strategis dari ekosistem mangrove tersebut maka kondisi sebaliknya terjadi di Kecamatan Sekotong dan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Di mana kondisi tambak hasil konversi hutan mangrove banyak terbengkai dan tidak difungsikan lagi sebagaimana mestinya. Keadaan ini lebih disebabkan oleh rendahnya kemampuan pengelolaan lahan tambak oleh masyarakat itu sendiri maupun daya dukung ekologi dan kandungan unsur hara lahan tersebut sangat rendah.

Setiap bentuk pengusahaan dalam ekosistem mangrove pada awalnya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, sehingga bentuk usaha pemanfaatan masih bersifat tradisional. Pemanfaatan ini berkembang ke dalam bentuk usaha-usaha yang dilakukan secara besar-besaran, yang terjadi hampir di seluruh areal ekosistem mangrove di Kabupaten Lombok Barat khususnya dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya. Hal ini terlihat dari pola penyusutan luasan ekosistem mangrove di Kabupaten Lombok Barat, dimana dari potensi mangrove seluas 606,81 ha, berdasarkan hasil pendataan terlihat bahwa kategori kondisi mangrove di Kabupaten Lombok Barat sekarang adalah ; rusak berat 487,98 ha, dan rusak ringan hanya 118,83 ha serta luasan cakupan wilayah yang telah diupayakan tahapan restorasi dan rehabilitasinya adalah baru seluas 195,1 ha dengan tingkat keberhasilan 47%.

Adalah merupakan fakta bahwa karena kegunaan ekosistem mangrove yang memliki potensi begitu luas dan beranekaragam tidak terungkapkan secara komprehensif melalui perhitungan ekonomi, maka hal ini menjadi sebab utama mengapa ekosistem mangrove menjadi masalah kita bersama.

Oleh karena itu, dalam rangka upaya penyelamatan ekosistem mangrove dimasa mendatang maka intensitas pembinaan, penyuluhan serta pelibatan ruang partisipasi publik dan kelembagaan masyarakat nelayan di Kabupaten Lombok Barat harus terus digalakkan. Hal ini terlihat dari efektivitas peran kelembagaan masyarakat nelayan di Lombok Barat dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang cukup efektif dalam mencegah proses penggunaan bahan beracun berbahaya (B3) maupun aktivitas penangkaran (transplantasi) karang yang cukup berhasil sehingga model ini diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Lombok Barat.

Upaya pelestarian ekosistem mangrove di Kabupaten Lombok Barat

Mengingat fungsi dan peranan ekosistem mangrove yang sangat kompleks bagi keseimbangan ekosistem pesisir dan laut beserta implikasinya yang luas dalam menjaga stabilisasi garis pantai, maka kegiatan pelestarian dan pengembangan program rehabilitasi dan restorasi lingkungan ekosistem mangrove di Kabupaten Lombok Barat sangat perlu untuk diintensifkan dengan melibatkan peran serta masyarakat dan berbagai stakeholder yang terkait.
Berikut beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian ekosistem mangrove di Kabupaten Lombok Barat, adalah sebagai berikut :

1. Inventarisasi dan pemetaan

Tahapan ini dilakukan dalam rangka mengetahui potensi, luasan dan kondisi aktual ekosistem mangrove yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Di mana hasil inventarisasi dan pemetaan tahun 1994 menunjukkan bahwa dari potensi mangrove seluas 606,81 ha, kini kondisinya terlihat bahwa rusak berat seluas 487,98 ha, dan rusak ringan 118,83 ha. Sedangkan berdasarkan hasil pemetaan 2011 dengan menggunakan Citra Alos menunjukkan bahwa luas potensi ekosistem mangrove di Kabupaten Lombok Barat mengalami penyusutan yang cukup drastis yaitu sekitar 307,17 ha. Keadaan ini mengingatkan kita semua bahwa, kondisi ekosistem mangrove di Kabupaten Lombok Barat sudah sangat menyusut dan mengalami kerusakan yang sangat memprihatinkan akibat berbagai kegiatan manusia yang tidak bertanggung jawab serta aktivitas alam yang tidak bersahabat. Sehingga keadaan ini dikhawatirkan akan mengancam keberlangsungan hidup biota-biota laut yang selama ini bergantung pada ekosistem mangrove tersebut.

2. Perencanaan Program

Menyikapi kondisi ekosistem mangrove di Kabupaten Lombok Barat yang telah mengalami kerusakan yang cukup parah, Dinas Kelautan dan Perikanan telah merancang model tahapan kegiatan yang diharapkan dapat mengembalikan fungsi ekologi ekosistem mangrove sebagai spawning ground, feeding ground, dan nursery ground bagi sejumlah biota laut serta fungsi fisiknya dalam menjaga kestabilan garis pantai dari pengaruh angin dan gelombang laut. Adapun tahapan kegiatan dimaksud, adalah ; Penguatan sistem kelembagaan kelompok pengelola dan pelestarian lingkungan, Restorasi dan rehabilitasi ekosistem mangrove, penyiapan instrumen atau aturan yang berkaitan dengan pengelolaan ekosistem mangrove, intensifikasi program pembinaan dan pendampingan tekhnis, serta fasilitasi permodalan bagi pengembangan usaha ekonomi produktif berwawasan lingkungan.

3. Restorasi dan rehabilitasi lingkungan Ekosistem Mangrove

Untuk mempercepat proses pemulihan lingkungan ekosistem mangrove yang mengalami kerusakan di Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat sejak Tahun Anggaran 2003 – 2008 telah melakukan restorasi dan rehabilitasi mangrove sebanyak 80.000 pohon yang tersebar di Kecamatan Sekotong. Di samping itu, institusi terkait seperti BP. DAS Dodokan Moyosari, Dinas Kehutanan, Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Nusa Tenggara Barat, Konsorsium Mitra Bahari dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang lingkungan juga turut andil dalam kegiatan restorasi ekosistem mangrove yang ada di Kabupaten Lombok Barat selama ini. Sehingga dengan adanya peran serta secara terpadu antara berbagai stakeholder yang ada dan dukungan potensi sosial masyarakat yang tinggi, diharapkan dapat mempercepat proses terwujudnya stabilisasi fungsi ekosistem yang seimbang dalam mendukung keberlanjutan proses ekologi wilayah pesisir dan laut secara menyeluruh.

4. Penguatan Sistem Kelembagaan Kelompok

Dalam mensinergiskan upaya pemulihan ekosistem mangrove secara berkelanjutan, maka pemberdayaan masyarakat setempat dimana lokasi program tersebut dilaksanakan menjadi perhatian utama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat. Karena disadari bahwa, sesungguhnya yang berperan besar dalam menentukan suksesnya program pelestarian ekosistem mangrove di lapangan adalah masyarakat itu sendiri karena mereka tinggal dan beraktivitas langsung disekitar lokasi tersebut. Guna memudahkan mobilisasi potensi sosial masyarakat tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya nilai kearifan lokal yang sudah ada selama ini untuk diaktifkan kembali dalam bentuk kelembagaan yang profesional dengan tidak menghilangkan nilai filosofi dan kekhasan yang ada dalam lembaga tersebut. Sehingga pada Tahun 2005 di lokasi sentral kegiatan restorasi dan rehabilitasi mangrove Kabupaten Lombok Barat terbentuklah Awig-awig Pengelolaan Teluk Lembar yang menaungi pengelolaan terpadu antara 5 (lima) Desa Pesisir dari 2 (dua) Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Barat.

Dalam rangka upaya meningkatkan pengetahuan pengelolaan lingkungan dikalangan masyarakat pesisir yang ada di Kabupaten Lombok Barat, berbagai kegiatan pelatihan dan studi banding ke daerah yang telah berhasil mengelola lingkungan ekosistem mangrove terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong motivasi masyarakat untuk melihat secara langsung proses pengelolaan lingkungan di daerah lain sehingga keadaan ini diharapkan dapat diterapkan secara optimal di Kabupaten Lombok Barat.

5. Fasilitasi Permodalan bagi Pengembangan kegiatan Ekonomi Produktif

Untuk menunjang kemandirian kelompok nelayan dalam mengembangkan kegiatan usaha serta mendukung keseriusan aktivitas kelompok nelayan dalam pengelolaan dan pelestarian ekosistem mangrove di Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan telah menyalurkan bantuan fasilitasi permodalan bagi pengembangan usaha ekonomi produktif yang langsung dikelola oleh lembaga masyarakat itu sendiri, yaitu Koperasi Bina Laut yang terletak di Dusun Empol Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong. Adapun jenis usaha yang sudah dikembangkan oleh masyarakat nelayan dengan modal tersebut adalah usaha penangkapan ikan, pengolahan hasil laut, pedagang bakulan, budidaya ikan, pengumpul dan berbagai usaha lain yang produktif sesuai potensi dan daya dukung wilayah masing-masing. Sehingga dengan adanya dukungan aktivitas ekonomi seperti ini, kami berharap upaya pengelolaan ekosistem mangrove berbasis peran serta masyarakat di Kabupaten Lombok Barat dapat diwujudkan.
 
 

Comments

Image Gallery