News News

1_WAR_ifad_newsportlet
http://asia.ifad.org/web/indonesia/home/-/news/6185/normal?&#p_1_WAR_ifad_newsportlet

READ - SULAWESI TENGAH

Display Date: 12/14/12

 

Pembangunan di wilayah Indonesia saat ini belum merata. Wilayah Indonesia bagian barat relatif lebih maju dibanding wilayah Indonesia Timur. Untuk mengurangi kesenjangan ini, maka beberapa program pembangunan, termasuk pembangunan di bidang pertanian, menempatkan beberapa wilayah di Indonesia Timur sebagai sasaran program. Salah satunya adalah program READ yang merupakan program kerjasama Pemerintah Indonesia dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini berlaku efektif mulai 28 November 2008 sampai dengan 31 Desember 2014 (http://bppsdmp.deptan.go.id)

TUJUAN 
Program READ (Rural Empowerment and Agricultural Development) dimaksudkan untuk memperbaiki mata pencaharian kaum miskin perdesaan secara berkelanjutan yang dilakukan melalui 4 komponen utama, yaitu :

  • Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat)
  • Farm and Off Farm Enterprise Development (Pengembangan Pertanian Budidaya dan Non Budidaya)
  • Rural Infrastructure (Infrastruktur Perdesaan)
  • Program Management and Policy Analysis (Pengelolaan Program dan Analisis Kebijakan)

OUTPUT
 Output yang diharapkan dari Program READ ini adalah :

  • Kelembagaan tingkat desa dan kegiatan kelompok sasaran berfungsi secara efektif;
  • Kelompok tani sasaran menerapkan sistem produksi dan pemasaran serta memahami sistem pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik dan mampu membentuk usaha pertanian non budidaya baru dan/atau pengembangan usaha yang telah ada;
  • Pembangunan dan perbaikan insfrastruktur di desa – desa sasaran melalui partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaannya;
  • Meningkatkan kapasitas Kementerian Pertanian dalam melakukan analisis kebijakan dan merumuskan kebijakan yang berpihak pada kaum miskin di perdesaan, serta meningkatkan kapasitas mereka dengan menekankan pada pengarusutamaan gender.

SASARAN
 Program READ dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tengah dengan kondisi desa – desa yang masih miskin tetapi memiliki peluang perbaikan mata pencaharian dan pengembangan proses perencanaan secara partisipatif. Program ini mencakup 150 desa  miskin di 5 kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Banggai, Buol, Parigi Moutong, Poso dan Toli-toli. Lokasi – lokasi ini diseleksi berdasarkan indeks potensi lahan, indeks keterisolasian, indeks akses pada pelayanan umum dan indeks organisasi.

Comments

Image Gallery